Anton Timbang Komitmen Bantu Tingkatkan PAD Sultra Lewat Investasi

  • Reporter: LM Ismail
  • Editor: Dul
  • 27 Agu 2025
  • 8175 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Anton Timbang, menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan investasi di berbagai sektor strategis.

Hal ini disampaikannya langsung saat digelarnya Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sultra bertempat di Hotel Claro Kendari, Rabu (27/8/2025).

Anton menyampaikan, potensi Sultra yang kaya sumber daya alam harus dimanfaatkan secara optimal dengan menghadirkan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, kehadiran investor tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga akan meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

Salah satu sumber daya alam yang akan dimanfaatkan adalah Aspal Buton, mengingat komoditas ini merupakan cadangan aspal terbesar di Indonesia.

"Investasi aspal saya sudah sampaikan pada mentri bahwa aspal kita potensinya terbesar di dunia," ujarnya.

Ia menilai bahwa Aspal Buton layak dijadikan program strategis nasional, sebab kualitasnya tidak kalah dengan aspal minyak. Menurutnya, penggunaan Aspal Buton akan memberikan keuntungan besar baik bagi daerah maupun negara.

"Saya kira ini layak untuk dijadikan program strategi nasional, karena aspal ini tidak kalah dengan aspal minyak," ucapnya.

Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Menteri dalam negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Muhammad Tito Karnavian agar pihak pemerintah dan swasta saling berkolaborasi.

Sementara itu,  Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan dari pembahasan Rapimprov mengenai gambaran perbandingan antara pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan dari pusat. Ia menekankan bahwa PAD masih berada di bawah, sehingga perlu kerja keras bersama dunia usaha untuk terus meningkatkannya.

Menurutnya, langkah yang diambil bukan dengan terburu-buru menaikkan pajak atau retribusi, melainkan dengan terlebih dahulu mengembangkan dunia usaha. Jika dunia usaha sudah berkembang, maka barulah pajak dan retribusi dapat diberlakukan secara proporsional sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah.

"Pendapatan asli daerah masih di bawah, disitulah masih harus bekerja keras bersama dunia usaha untuk meningkatkannya dengan tidak cepat-cepat  menaikkan pajak dengan retribusi, tapi sebaliknya mengembangkan dunia usaha dulu sehingga nanti bisa dikasih pajak dan retribusi," ungkapnya. (B)