Pemprov Sultra Bersama Forkopimda Sidak Gabungan Harga Pangan di Pasar Sentral Kendari

  • Reporter: LM Ismail
  • Editor: Dul
  • 25 Feb 2025
  • 2866 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Sentral Kendari, Selasa (25/2/2025). 

Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan serta mengantisipasi adanya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, yang didampingi oleh Kapolda Sultra,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Wakil Wali Kota  Kendari, Kepala Bulog, BPOM dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan langsung berinteraksi dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi harga dan pasokan barang. 

Beberapa komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, daging, dan cabai menjadi fokus utama dalam sidak tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa harga bahan pokok tetap stabil dan stoknya mencukupi, terutama menjelang Ramadan. Jika ada kenaikan harga, kami akan mencari solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama beras dan cabai merah, yang naik sekitar 10–12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Selain memastikan harga tetap terkendali, Pemprov Sultra juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang, yang dapat memperburuk situasi. 

"Nanti kami juga melakukan pengecekan apakah di sana terjadi kenaikan atau tidak berarti ini kan ada mekanisme pasar yang yang perlu harus di sering dilakukan pemantauan supaya pedagang tidak tidak menaikkan harga," ucapnya.

Sidak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga pangan di Sultra, sehingga masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir lonjakan harga yang signifikan.

Salah satu pedagang, mengungkapkan selain komiditas cabai dan beras, diantaranya juga ada minyak dan gula. Hal ini dikarenakan tidak mengambil dari distributor.

"Kalau yang saya jual yang paling mengalami kenaikan itu, minyak sama gula. Tapi minyak yang paling naik," ungkapnya.

"Saya ambil dari luar bukan dari distributor," sambungnya. (Adv)