Awaludin Sisila: Pasca Tinjauan Bareskrim, PT WIN Perlu Mengedepankan Solusi, Bukan Terjebak pada Polemik

  • Reporter: LM Ismail
  • Editor: Dul
  • 31 Mei 2026
  • 8289 Kali Dibaca

KONSEL, KERATONNEWS.CO.ID - Tokoh Pemuda Konawe Selatan, Awaludin Sisila, menilai hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terhadap aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kepercayaan publik, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan aktivitas perusahaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Menurut Awaludin, masyarakat perlu melihat hasil pemeriksaan tersebut secara utuh. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Bareskrim, wilayah yang menjadi perhatian publik masih berada pada area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT WIN yang masih berlaku. 

Aparat juga menemukan bahwa lokasi yang sempat menjadi sorotan bukan merupakan area produksi nikel dan lubang yang sebelumnya viral telah ditutup kembali oleh perusahaan. Meski demikian, Bareskrim tetap menetapkan status quo pada area yang berdekatan dengan permukiman warga sebagai langkah antisipatif demi mengutamakan keselamatan masyarakat.
 
"Keputusan tersebut menunjukkan bahwa negara hadir menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan masyarakat. Karena itu, hasil peninjauan ini perlu dihormati oleh semua pihak," ujar Awaludin saat ditemui awak media di kediamannya, Kota Kendari (31/5/2026). 

Ia juga mengapresiasi sikap PT WIN yang dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Perusahaan membuka akses pemeriksaan lapangan, mengikuti proses verifikasi yang dilakukan aparat, serta menyatakan menghormati keputusan yang diambil Bareskrim.
 
Selain itu, PT WIN disebut telah melakukan sejumlah langkah perbaikan, mulai dari penutupan dan penimbunan kembali area yang menjadi perhatian masyarakat, pembangunan akses jalan lingkungan, penyediaan sumber air bersih, pembangunan sumur warga, hingga berbagai upaya yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekitar. 
 
“Perusahaan saat ini sebaiknya tidak lagi berada pada perdebatan atau saling membalas narasi yang berkembang di ruang publik. Mending fokus, konsisten dan meningkatkan langkah kemitraan seperti yang sudah dilakukan “ katanya.
 
Menurutnya, agenda yang perlu menjadi perhatian PT WIN pasca tinjauan Bareskrim adalah memperkuat komunikasi dengan masyarakat, meningkatkan transparansi informasi, melakukan evaluasi pada area yang berdekatan dengan permukiman warga, serta memastikan setiap rekomendasi yang diberikan oleh pihak berwenang dijalankan secara optimal.
 
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua isu yang muncul di media sosial maupun ruang publik harus selalu direspons secara terbuka oleh perusahaan.
 
"Setiap perusahaan pasti menghadapi kritik dan perbedaan pendapat. Namun tidak semua isu perlu dijawab satu per satu. Perusahaan cukup merespons hal-hal yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, keselamatan warga, lingkungan, dan kepatuhan hukum. Selebihnya, biarkan kerja nyata yang berbicara," tegasnya.
 
Awaludin berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan menjadikan hasil peninjauan Bareskrim sebagai momentum perbaikan bersama.
 
"Konawe Selatan membutuhkan investasi yang bertanggung jawab, masyarakat yang merasa aman, dan perusahaan yang terbuka terhadap evaluasi. Jika ketiga hal tersebut dapat berjalan beriringan, maka manfaat pembangunan akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat," tutupnya (B).