Kasus Pencurian Obat Golongan Narkotika di RSUD Bahteramas Wagub Sultra Duga Ada Terlibatan Orang Dalam

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 08 Apr 2025
  • 2938 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID– Pencurian ribuan ampul obat golongan narkotika di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, disoroti Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua.

Di ketahui obat yang dicuri tersebut adalah Fentanyl merek Fertanex sebanyak 1.460 ampul.

Kasus pencurian obat golongan narkotika di RSUD Bahteramas ini sudah terjadi sebanyak tiga kali, dengan pelaku yang diduga memiliki ciri-ciri yang sama.

Terakhir, aksi pencurian obat-obatan ini terjadi sekitar pukul 22.00 Wita pada Kamis (03/04/2025) malam. 

Wakil Gubernur mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra sangat menyayangkan aksi pencurian yang terjadi di RSUD Bahteramas itu.

Apalagi obat ini termasuk jenis yang tidak bisa disebarkan secara sembarangan karena dapat membahayakan jika digunakan tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Ini adalah aksi pencurian, tidak ada yang merencanakan, tetapi kasus ini pasti sudah dilaporkan kepada pihak berwajib,” kata Hugua, Selasa (08/04/2025).

Wagub menyampaikan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan, kemudian memanggil Direktur RSUD Bahteramas dan Kepala Dinas Kesehatan Sultra untuk meminta penjelasan.

“Saya akan tanya kenapa lapisan-lapisan pengaman bisa jebol, kenapa hanya obat itu yang diambil,” ujarnya.

Menurutnya, hilangnya obat tersebut kemungkinan atau  di duga melibatkan oknum dari internal rumah sakit.  Sebab jika pelaku berasal dari luar, tidak mungkin mengetahui lokasi penyimpanan obat tersebut.

Namun dirinya berharap tidak ada keterlibatan orang dalam di kasus ini.

Hanya saja, jika terbukti ada keterlibatan ASN atau pihak internal rumah sakit, maka dirinya akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan aturan kedisiplinan pegawai negeri sipil.

“Dari pada saya bilang orang luar, bisa jadi orang dalam. Tapi tentu saja itu kewenangan aparat penegak hukum untuk membuktikan. Kami hanya bisa menduga-duga,” beber anggota mantan anggota DPR RI ini.

Wagub juga mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima laporan resmi dari pihak rumah sakit maupun dinas terkait, dan baru mengetahui kasus ini dari media sosial

“Mungkin karena ini juga baru hari pertama masuk setelah cuti bersama, jadi belum ada laporan formal ke saya,” pungkasnya. (Adv)