- Advertorial
- 5 bulan yang lalu
Angkatan Muda dan Karang Taruna Tapak Kuda Ingatkan KPJN: Jangan Ganggu Piring Makan Kami
- Reporter: LM Ismail
- Editor: Dul
- 18 Feb 2026
- 8031 Kali Dibaca
Karang Taruna Tapak Kuda. Foto: Istimewa
KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID - Angkatan Muda dan Karang Taruna Tapak Kuda angkat bicara menanggapi aksi yang kembali dilakukan oleh Konsorsium Pemuda Juang Nusantara (KPJN) terkait keberadaan Baiana House di kawasan Segitiga Tapak Kuda, Kota Kendari.
Melalui pernyataan sikap resminya, warga Tapak Kuda menegaskan bahwa kawasan Segitiga Tapak Kuda merupakan ruang hidup mereka yang telah ditempati jauh sebelum adanya aturan tata ruang.
“Kami tegaskan, lahan Segitiga Tapak Kuda ini adalah rumah kami. Jauh sebelum ada Perda RTRW yang mengatur tentang Ruang Terbuka Hijau, kami sudah puluhan tahun tinggal dan hidup di sini,” tegas Ketua Angkatan Muda dan Karang Taruna Tapak Kuda, Daeng Kawang, dalam pernyataannya, Rabu (18/2/2026).
Ia mengungkapkan, warga sudah terlalu lama menghadapi konflik akibat klaim sepihak terhadap lahan tersebut dan kini hanya ingin hidup dengan tenang.
“Kami sudah lelah berkonflik dengan pihak-pihak yang mengklaim lahan ini. Kami hanya ingin hidup tenang dan bekerja di tanah ini. Karena itu, kami akan menjaga lahan ini dari klaim apa pun,” ujarnya.
Daeng Kawang juga menilai keberadaan Baiana House telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan.
“Keberadaan Baiana House sangat membantu kehidupan kami. Kami tidak perlu lagi mencari pekerjaan jauh di luar sana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Baiana House merupakan sumber penghidupan masyarakat Tapak Kuda dan meminta Pemerintah Kota Kendari agar bersikap adil dan bijak.
“Baiana House adalah piring makan kami. Kami meminta Pemerintah Kota Kendari untuk adil dan bijak melihat kondisi di Segitiga Tapak Kuda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Daeng Kawang memberikan peringatan keras kepada KPJN dan pihak-pihak yang berada di belakangnya, termasuk La Ode Rude.
“Kami ingatkan KPJN atau siapa pun yang ada di belakang kalian, jangan ganggu piring makan kami. Jangan ganggu lahan tempat kami hidup. La Ode Rude dan KPJN silakan berekspresi di tempat lain, tapi jangan di sini,” ucapnya dengan nada tegas.
Menurutnya, warga Tapak Kuda tidak pernah mengganggu pihak mana pun, sehingga meminta hal serupa untuk dihormati.
“Kami tidak tahu teori-teori. Yang kami tahu hanya bekerja untuk hidup. Kami akan mempertahankan hak kami untuk hidup dan bekerja. Sekali lagi, tolong jangan ganggu kami,” tutup Daeng Kawang. (C)