Gubernur Sultra Wujudkan Pembangunan Jembatan Buton-Muna

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 16 Apr 2025
  • 3998 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) akan merealisasikan pembangunan jembatan penghubung Pulau Buton-Muna.

Orang nomor satu di Bumi Anoa ini berjanji pembangunan jembatan penghubung dua kabupaten tersebut menjadi salah satu prioritas utama selama masa kepemimpinannya.

Menurut Gubernur, proyek strategis ini sangat penting, sebagai penghubung vital antara dua pulau besar di Sultra, yakni Pulau Buton dan Pulau Muna. Sekaligus sebagai tonggak percepatan pemerataan pembangunan di kawasan kepulauan.

"Pembangunan Jembatan Buton–Muna adalah prioritas saya. Selama saya menjabat sebagai gubernur, saya pastikan proyek ini tuntas dan jembatan tersebut sudah berdiri,” ujarnya, Selasa (15/04/2025).

Gubernur menyebut, kehadiran jembatan ini akan membuka akses mobilitas yang lebih efisien, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal di Buton dan Muna.

Pembebasan Lahan On Progres

Kepala Bappeda Sultra, J. Robert, menjelaskan proyek ini masih dalam tahap perencanaan awal. Namun berbagai langkah konkret sudah dilakukan untuk mempercepat realisasi.

Sejauh ini, proses strategis seperti pembebasan lahan di Kota Baubau telah berjalan. Bahkan, masyarakat di Buton Tengah telah menunjukkan dukungan besar dengan menghibahkan lahan mereka secara sukarela,” ungkap Robert.

Ia menyebut, dukungan masyarakat ini adalah bentuk nyata harapan yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.

“Pemerintah harus hadir dan menjawab harapan masyarakat. Komitmen publik seperti ini adalah kekuatan moral bagi kami untuk terus mendorong percepatan proyek,” ungkapnya.

Dorong Masuk Skema RPJMN

Saat ini, Pemprov Sultra tengah fokus agar pembangunan jembatan ini dapat masuk dalam skema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Sehingga bisa mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami sudah menyelesaikan dokumen perencanaan awal. Tinggal menunggu proses sinkronisasi dengan kebijakan nasional. Harapannya, proyek ini bisa resmi masuk dalam RPJMN,” ucapnya.

Jika berhasil masuk dalam RPJMN, Jembatan Buton–Muna diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperkuat interaksi sosial dan ekonomi antarpulau. Serta mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Sultra.

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga akan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan,” pungkasnya. (Adv)