Syahruddin Nurdin Ukir Prestasi Baru, Berhasil Wujudkan BPSDM Sultra Laksanakan PKN Tingkat II

  • Reporter: La Niati
  • Editor: Dul
  • 14 Agu 2024
  • 3129 Kali Dibaca

KENDARI,KERATONNEWS.CO.ID - Prestasi baru ditorehkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra. 

Setelah belasan tahun menanti, akhirnya Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia mengamini permintaan BPSDM Sultra untuk melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. 

Prestasi tersebut tidak lepas dari semangat dan kerja keras Kepala BPSDM Sultra, Syahruddin Nurdin yang didukung oleh seluruh pegawai. Rasa syukur dan bangga terpancar di wajah seluruh pegawai BPSDM saat PKN Tingkat II dibuka secara resmi oleh Kepala Deputi Bidang Penyelenggaraan Bangkom ASN LAN II, Dr. Basseng, M,Ed pada Rabu (14/8/2024). 


"Dengan mengharap ridho Allah SWT seraya mengucap Bismillahirohmannirrohim, dengan ini Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II l Angkatan ke XXXV Tahun 2024, saya nyatakan secara resmi dibuka. Selamat mengikuti pelatihan, manfaatkan kesempatan berharga mengikuti pelatihan ini dengan baik, bukan hanya untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan, tapi juga untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring kerja dan bersama-sama menghasilkan karya yang berdampak ke masyarakat," ucap Dr. Basseng yang disambut tepuk tangan dari peserta dan tamu undangan Forkopimda Sultra. 

Kata dia, PKN Tingkat II ini merupakan kesempatan berharga bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman, menambah wawasan, dan membangun jaringan yang kuat dalam upaya mewujudkan pemimpin perubahan yang adaptif, transformatif, dan visioner. 


"Pemimpin yang visioner dan transformatif dapat mendorong perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam organisasi publik,sehingga menghasilkan pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat dan mampu membawa perubahan yang positif yang berdampak untuk masyarakat," jelasnya. 

Lebih lanjut Dr. Basseng mengatakan, para pemimpin perubahan harus memiliki visi dan misi yang jelas, mampu menginspirasi dan memotivasi orang lain, mampu mengambil keputusan yang tepat, serta mampu beradaptasi terhadap kemajuan teknologi agar mampu membawa organisasinya dan bangsa ini ke arah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.


"Sebagai seorang pemimpin, harus bisa menyesuaikan diri bahkan harus bisa
menjadi trendsetter yang terus menciptakan terobosan agar bisa mengatasi kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang terus berubah, sehingga seorang pemimpin harus terus beradaptasi. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kepercayaan publik," tandasnya. 


Sementara itu, Kepala BPSDM Sultra, Syahruddin Nurdin mengatakan setelah melalui proses pemenuhan persyaratan yang panjang di LAN RI selama 17 tahun, BPSDM Provinsi Sultra dipercaya untuk menyelenggarakan PKN Tingkat II, yang sebelumnya masih menumpang kepada BPSDM Provinsi Sulsel. 

"Alhamdulillah, pelaksanaan PKN II Angkatan XXXV telah resmi dibuka, yang diikuti sebanyak 60 orang peserta," ungkapnya. 


Ia mengaku, penyelenggaraan PKN Tingkat II kali ini, BPSDM Sultraasih bekerja sama dengan LAN Makassar sebagai penjamin mutu. Namun demikian, ke depan pihaknya akan terus bekerja keras sehingga bisa menyelenggarakan secara mandiri. 

"Mudah-mudahan ini bisa sukses dan tahun depan kita laksanakan lagi, dan rencana awal tahun 2026 kami akan mengikuti akreditasi. LAN RI menilai fasilitas BPSDM Sultra cukup memadai," ucapnya. 

Syahruddin Nurdin mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh ASN dengan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang telah memenuhi persyaratan dokumen sesuai ketentuan berlaku.


"Peserta PKN II dari Pemprov Sultra, kabupaten/kota yang ada di Sultra, Maluku Utara dan Palopo," jelasnya. 

Dikatakan, penyelenggaraan PKN Tingkat II Angkatan 35 bersifat blended learning, pada saat on kampus peserta melakukan pembelajaran klasikal dan pembelajaran jarak jauh (distance learning) secara vartual di tempat kedudukan masing-masing peserta. Dan pada saat off kampus yaitu peserta berada di instansi masing-masing atau work from home (WFH). Pelatihan akan dilaksanakan selama empat bulan mulai tanggal 14 Agustus sampai dengan Desember 2024. 

"Dalam pelaksanaan PKN II ini kami betul-betul ketat menerapkan tata tertib ini. Apabila seorang peserta melanggar dan alpanya cukup 27 jam pembelajaran secara akumulasi empat bulan, maka akan langsung dikeluarkan dari pelatihan ini," tegasnya. (Adv)