Peringatan HAN 2024, Sekda Sultra Dorong Kabupaten/Kota Raih Predikat Layak Anak

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 23 Sep 2024
  • 3177 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2024. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj Gubernur dalam hal ini diwakili Sekda Sultra, Asrun Lio yang berlangsung di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Senin (23/09/2024). 

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur melalui Sekda Sultra memotivasi kabupaten/kota di Sultra untuk segera mendapatkan predikat layak anak. Serta mewujudkan provinsi Sultra yang layak anak menuju Indonesia layak anak atau Idola tahun 2020-2030.


Pemprov Sultra terus mendorong pemenuhan anak-anak, perlindungan anak, khususnya melalui percepatan kabupaten/kota layak anak pada tahun 2023.
Terdapat 4 kabupaten/kota di provinsi Sultra yang telah mendapatkan predikat kabupaten/kota layak anak yaitu Kota Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, dan Kabupaten Konawe Utara (Konut). 

"Dan insya Allah pencapaian kabupaten/kota layak anak ini akan bertambah pada tahun 2024 ini. Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada kabupaten/kota yang telah mendapat predikat kabupaten/kota layak anak dan memotivasi semua kabupaten/kota lainnya untuk segera mendapatkan predikat layak anak," ucapnya.

Selain itu, Sekda juga menyampaikan selamat kepada anak-anak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia berharap melalui peringatan Hari Anak Nasional kali ini, anak-anak di Bumi Anoa dapat lebih rajin beribadah, belajar, berolahraga, dan lebih berbakti kepada kedua orang tua menjadi generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita bangsa.


Hari Anak Nasional tahun 2024 mengusung tema "Anak Terlindungi Indonesia Maju". Hal ini sangat tepat dan  relevan dengan era global saat ini.

"Dimana kita harus memberikan dukungan sosial, pendidikan, dan tata pergaulan yang ramah bagi anak-anak kita," ungkapnya.

Dengan cara itu menurut Sekda anak-anak dapat tumbuh dan berkembang terhindar dari kekerasan serta dapat menyongsong masa depan yang cerah, yang kemudian akan menjadi masa depan yang lebih baik bagi kehidupan bangsa.

Selama beberapa tahun terakhir ini, dalam kaitan dengan anak-anak Indonesia, pelaksanaan dua agenda utama yaitu perlindungan dan pemberdayaan bagi anak-anak. Dalam hal perlindungan anak, sebagai orang tua berkewajiban untuk menjaga dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kejahatan, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Disamping itu, diperlukan upaya agar anak-anak tidak ditelantarkan dan tidak mendapatkan sanksi hukuman yang tidak adil dan tidak tepat. 

"Kita juga perlu melindungi mereka dari pergaulan yang tidak baik. Terkait dengan pemberdayaan anak dalam arti luas adalah pemberian pendidikan dan pengembangan kepada anak-anak kita," ujarnya.

Oleh karena itu, komunikasi dan empati dapat mencegah kesenjangan pemikiran antara orang tua dan anak-anak. Orang tua juga harus sering menyadari bahwa anak-anaknya adalah milik masa depan yang tidak dapat dipaksa untuk mengikuti semua yang dilakukan orang tuanya dimasa lampau.

"Pepatah bijak mengatakan semua bunga hari esok adalah benih-benih hari ini. Karenanya indahnya bunga-bunga Indonesia masa depan sangat tergantung kepada bagaimana kita bersama menyiapkan bibit-bibit unggul yang saat ini ada bersama kita," pungkasnya. (Adv)