Disketapang Sultra Ungkap Penyebab Harga Beras Melonjak

  • Reporter: La Niati
  • Editor: Dul
  • 29 Mar 2024
  • 2898 Kali Dibaca

KENDARI,KERATONNEWS.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membeberkan penyebab harga beras melonjak naik. 

Harga beras di wilayah Sultra terus melonjak hingga mencapai Rp 750.000 per karung. Kenaikan terus terjadi, bahkan mencapai Rp 50.000 dalam sepekan. Kenaikan tertinggi terjadi di wilayah kepulauan Wakatobi, di mana harga beras 50 kilogram telah mencapai Rp 750.000 untuk setiap karung.

Akibatnya ratusan warga di berbagai daerah rela antre berjam-jam demi bisa mendapatkan beras murah yang digelar pemerintah lewat operasi pasar.


Kepala Disketapang Sultra, Ari Sismanto mengatakan harga beras naik karena dampak dari el nino yang melanda Indonesia, khususnya Sultra mulai akhir 2023 hingga awal 2024. Dampak tersebut yang mengakibatkan produksi beras berkurang sehingga berdampak pada harga yang ikut mengalami kenaikan.

"Jadi seharusnya puncak musim panen ini mulai dari Februari dan Maret. Namun karena dampak tersebut maka baru puncak panen pada April 2024 ini," ungkapnya, Jumat (29/3/2024). 


Menurutnya, harga beras naik pada Februari dan Maret 2024 bukan hanya terjadi di Sultra, tetapi seluruh provinsi di Indonesia. Beras tersebut mengalami kenaikan sekiranya 3 persen dari Februari 2024. 

Ari Sismanto menyebutkan, adapun naiknya harga beras ini disebabkan dampak El Nino yang panjang, ongkos sewa lahan petani naik.
Kemudian, ongkos buruh dan pupuk naik, sehingga harga gabah mengalami kenaikan dan berimbas pada harga beras.


"Namun, saat ini harga beras sudah mulai melandai dan mendekati harga stabil," jelasnya. 

Ari Sismanto menyampaikan pasokan pangan di Sultra secara keseluruhan dalam kondisi aman dan terjaga.

Untuk stok beras di Sultra ada 42 ribu ton, dan akan bertambah saat puncak panen bulan depan sebanyak 44 ribu ton. Adapun kabupaten yang berkontribusi bagi produksi beras di Sultra terbanyak yakni Konawe 14.343 ton, Kolaka Timur (Koltim) 11.389 ton, Bombana 5.845 ton dan Konawe Selatan 4.229 ton.


Sehingga total stok keseluruhan bulan depan atau Mei 2024 sebanyak 86 ribu ton. yang akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 3,5 bulan ke depan.

"Mudah-mudahan setelah panen ini, harga beras di pasar bisa stabil, karena berdasarkan hukum ekonomi, jika suplai telah tersedia maka harga pangan bisa turun," jelasnya. (Adv)