Ratusan Calon Jemaah Haji Kota Kendari Ikut Bimbingan Manasik Haji

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 13 Mei 2023
  • 2632 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Sebanyak 578 calon jemaah haji (CJH) Kota Kendari mengikuti pelaksanaan manasik haji di Asrama Haji Kota Kendari, Sabtu (13/5/2023).

Pelaksanaan manasik haji itu dibuka secara langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Diketahui, calon jemaah haji itu dijadwalkan sesuai dengan rencana perjalanan haji (RPH) pemerintah pusat akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar ke Madinah pada 8 Juni 2023 mendatang.

Asmawa Tosepu mengatakan dalam manasik haji kali ini pihaknya memberikan beberapa penekanan kepada calon jemaah haji.

Dimana calon jemaah haji ini harus bersyukur tiga kali lipat dari sebagai mana biasanya karena masih bisa diberikan nikmat kekuatan dan kesehatan.

Selanjutnya, merasa syukur sebab ibadah haji telah normal kembali, setelah dunia dilanda pandemi COVID- 19.

"Kemudian syukur yang ketiga, ibadah haji itu adalah kewajiban. Karena tertuang dalam rukun Islam yang kelima, tetapi kewajiban yang ada prasyaratnya," ungkapnya.

Paling tidak kata dia, harus memiliki empat kemampuan, diantaranya mampu secara ekonomi, mampu secara ekonomi, mampu secara kesehatan, dan mampu dari sisi wawasan atau ilmu pengetahuan terkait haji itu sendiri.

"Sehingga dengan syukur yang ketiga itu maka banyak yang mampu secara fisik, ekonomi, kesehatan , secara ilmu tapi tidak dipanggil oleh Allah SWT itulah kekhasan dari haji itu sendiri. Jadi sekali lagi mari perbesar rasa syukur itu,  nah terkait dengan manasik maka saya memberikan penekanan agar menjaga kesehatan, fisik, tertib dan disiplin. Karena ibadah haji dengan durasi kurang lebih 40 hari tentu butuh energi yang besar sehingga kondisi fisik, kesehatan dan lainnya menjadi sangat penting," jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Muhammad Lalan Jaya menjelaskan pelaksanaan bimbingan manasik haji itu sesuai dengan putusan pemerintah pusat, untuk luar Jawa diselenggarakan 10 kali.  2 kali tingkat kabupaten, dan 8 kali tingkat kecamatan.    

"Hari ini adalah perdana untuk tingkat kabupaten  kota, kita laksanakan untuk Kota Kendari. Dan in sha Allah  nanti disesi akhir setelah  selesai bimbingan kelompok atau  tingkat kecamatan  baru kita   laksanakan lagi  bimbingan terakhir," jelasnya. 

Ia juga menyampaikan, dari ratusan calon jemaah haji itu terdapat beberapa yang sebelumnya menunda keberangkatannya karena sakit.

Bahkan terdapat calon jemaah yang melaksanakan pelimpahan kursi karena memiliki riwayat sakit permanen.

"Pelimpahan kursi namanya, dimana melimpahkan kursi kepada ahli warisnya. Itu ada beberapa jemaah, termasuk juga calon jemaah yang selama ini menjadi cadangan juga ada yang masuk. Jadi 3 versi, ada yang sudah lunas tunda waktu 2020, kemudian ada yang sudah masuk kursi, dan berikut nya pelimpahan kursi," bebernya.

Sementara itu, Salah Satu Calon Jemaah Haji, Asmawati mengatakan seharusnya jika mengikuti jadwal dirinya akan melaksanakan ibadah haji pada 2024 mendatang.

Namun, pihak Departemen Agama (Depag) menjadikannya cadangan dalam keberangkatan haji tahun 2023 ini.

"Saya tidak tahu bagaimana sehingga pengurus Depag menjadikan saya sebagai cadangan. Dan itu dikunjungi langsung dirumah. Tapi mereka menyampaikan bahwa antara berangkat atau tidak tahun ini. Jadi 50 persen berangkat atau 50 persen tidak, sehingga saya menandatangani surat peryataan di kantor Depag yang isinya siap berangkat dan tidak berangkat," kata warga Kadia ini.

Perlu diketahui, untuk calon jemaah haji Kota Kendari tertua tahun ini adalah 93 tahun, sedangkan termuda 18 tahun. 

Bahkan, dari ratusan calon jemaah haji itu, 40 persen  diantaranya adalah lanjut usia (Lansia). (A)