DLH Akan Kurangi TPA di Sultra

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 16 Mar 2023
  • 2431 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Tempat pembuangan akhir sampah atau TPA di kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal di kurangi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sultra, Andi Makkawaru beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan pihaknya mendorong untuk mengurangi jumlah TPA. Nantinya untuk kabupaten kota yang berdekatan akan membentuk satu TPA saja.

Melalui Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Sultra dan UPTD Sampah, Andi menyebut pihaknya terus mensosialisasikan program-program terkait pengendalian sampah tersebut agar dapat direalisasikan tahun ini.

"Tidak ada lagi TPA di setiap kabupaten kota, melainkan kalau antar satu kabupaten kota berdekatan itu dibentuk satu TPA saja. Itu yang akan kita dorong," ungkapnya.

Dikatakannya, kabupaten kota di Sultra yang sudah melakukan MOU itu baru Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe Selatan, serta Kota Bau-bau dengan Kabupaten Buton Selatan dan Buton.

Bahkan yang di daerah kepulauan ini justru lebih maju lagi, di mana program TPA tersebut sudah dimasukkan ke tata ruang dan sudah ada tapaknya untuk peta regional.

Andi menyebut program tersebut diharapkan dapat mengurangi gas metan yang diproduksi dari sampah utamanya yang ada di TPA.

Mengingat gas metan memiliki dampak 24 kali daya rusaknya untuk atmosfer, jauh lebih berbahaya dari karbondioksida (CO²). Sehingga hal itu menyebabkan pemanasan global melalui emisi gas rumah kaca.

Selain itu, TPA tersebut akan didorong menggunakan sistem sanitary landfill, di mana gas metan yang keluar itu disalurkan ke pipa-pipa rumah tangga di sekitar TPA dan dijadikan energi pembangkit.

Untuk di Sultra, Andi menyebut sudah ada beberapa daerah yang menerapkan sanitary landfill ini, salah satunya Kota Kendari.

"Makanya Kendari mendapat Adipura karena dalam hal pengelolaan TPA nya menggunakan sistem sanitary landfill, di mana sampah itu ditutup tidak dibuka, Makassar tidak mendapatkan Adipura karena dibuang saja menumpuk sehingga gas metan itu keluar," pungkasnya. (C)