3.300 Personel Disiagakan Operasi Ketupat 2025 di Sultra, Gubernur Tekankan Kesiapan

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 21 Mar 2025
  • 3090 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Sebanyak 3.300 personel gabungan dilibatkan dalam Operasi Ketupat 2025 di Sulawesi Tenggara. Personel ini terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Senkom Mitra Polri, serta Satpam.

Dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar di wilayah Bumi Anoa 

Untuk memastikan kesiapan personel dan sarpras, serta memperkuat sinergitas dengan stakeholder terkait maka dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 serentak di Seluruh Indonesia.

Di Sulawesi Tenggara, Apel Gelar Pasukan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka di Lapangan Mako Brimob Polda Sultra, Kamis (20/03/2025).

Gubernur Sultra menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam mengamankan perayaan Idul Fitri agar masyarakat dapat merayakan dengan aman dan nyaman.

"Operasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik, serta menjaga keamanan di tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian,” ujar 01 Sultra ini

Sementara itu, Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto, menekankan bahwa sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam menjaga ketertiban selama masa perayaan lebaran.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh personel yang bertugas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk di titik-titik rawan kepadatan lalu lintas dan lokasi strategis lainnya,” ungkapnya.

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret 2025. Dan puncak arus balik diprediksi pada 5-7 April 2025. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Polri bersama TNI dan instansi terkait menggelar operasi terpusat dengan sandi "Ketupat 2025" dan mengangkat tagline "Mudik Aman, Keluarga Aman" yang akan diselenggarakan pada 23 Maret-28 April untuk 8 Polda prioritas, serta 26 Maret-8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.

Operasi ini melibatkan 164.298 personel gabungan dan akan menempati 2.835 pos, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan serta 309 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan serta pengamanan terhadap 126.736 objek pengamanan berupa masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.

Untuk mendukung terhadap pelaksanaan operasi ketupat 2025, pemerintah telah mengeluarkan surat keputusan bersama yang mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalulintas, penyeberangan laut, penghentian pekerjaan proyek konstruksi dan pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Pelayanan yang ramah dan responsif juga harus menjadi prioritas selama pengamanan mudik lebaran 2025. 

Selanjutnya, seluruh pelaksana tugas di lapangan tentunya harus disertai strategi komunikasi publik yang baik. Serta memastikan masyarakat dapat memahami informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kambtimas dan penerapan rekayasa lalu lintas. (Adv)