Tingkatkan Kesiagaan Bencana, Pj Gubernur Sultra Minta OPD Siapkan Tim Siaga Banjir

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 19 Mar 2024
  • 2238 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto meminta kepala perangkat daerah  menyiapkan tim siaga banjir. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi kedaruratan bencana banjir.

Apalagi kewaspadaan dan antisipasi bencana banjir rob masih berpotensi terjadi hingga Selasa 19 Maret 2024.


Pj Gubernur juga menginstruksikan Kepala Perangkat Daerahnya untuk melakukan langkah-langkah konkrit menyikapi hal ini.

"Segenap jajaran Pemprov Sultra diharapkan siap dan dapat memitigasi risiko terjadinya bencana banjir. Siapkan langkah kontijensi apabila terjadi kedaruratan atau "unpredictable," ucap Andap saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pemprov Sultra, bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (18/03/24).

"Kepala Perangkat Daerah siapkan tim siaga banjir yang miliki "quick respon time", membantu dengan cepat masyarakat yang terdampak, membantu pegawai yang terkena musibah banjir, serta datakan pegawai yang berdomisili di titik-titik banjir," sambungnya. 


Selain itu, Andap juga meminta jajaran Pemprov untuk melakukan tugas dan fungsinya masing-masing. Seperti halnya Dinas Ciptra Karya dan Tata Ruang menyediakan air bersih di wilayah terdampak banjir.

Dinas Sosial menyiapkan dapur umum, Dinas Kesehatan menyediakan tenda darurat, serta memberikan pelayanan medis, Dinas SDA dan Bina Marga normalisasi sungai, sedangkan BPBD membuat tenda pengungsian.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak mengatakan sejauh ini pasokan air bersih selalu terjaga dan terkoordinasi untuk kebutuhan masyarakat terdampak banjir.

"Jadi di Lorong Lasolo kita ada 4 tandon air, itu  didistribusikan terus untuk kebutuhan masyarakat di sana. Kemudian di Kampung Salo ada 3 tandon yang siap suplai kebutuhan air bersih," bebernya.

"Untuk lokasi lain air bersih tidak menjadi masalah, seperti di Lorong Teplan dan Pasar Panjang," tambahnya.

Sehingga melalui bantuan tersebut, Martin meyakini masyarakat terdampak banjir tidak lagi mengeluh kekurangan air bersih. (Adv)