OPD Diharapkan Cermat Soal Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Benar Dalam Pelayanan

  • Reporter: Bardin
  • Editor: Dul
  • 26 Agu 2024
  • 2610 Kali Dibaca

BAUBAU, KERATONNEWS.CO.ID- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si menekankan kepada ASN lingkup Kota Baubau untuk memperhatikan etika berkomunikasi dalam menjalankan tugas. Khususnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada layanannya kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan La Ode Aswad mengingat kapasitas sebagai ASN adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini tentunya membutuhkan komunikasi dalam suasana yang nyaman.

“Utamanya bagi OPD yang tugasnya bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi dan penggunaan bahasa yang baik dan benar akan memberikan suasana kesejukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” kata La Ode Aswad Senin (26/8/2024).

Saat ini menurut La Ode Aswad, Kota Baubau lagi mengikuti tahapan penilaian sederhana tentang penggunaan pengutamaan bahasa Indonesia. Pihaknya melihat masih banyak OPD menggunakan papan nama untuk pemberian informasi di kantornya dengan menggunakan bahasa asing. Misalnya kata No Smoking (dilarang merokok) ada juga breastfeeding room (ruang menyusui). 

Karena itu, Pj Sekda Kota Baubau berharap agar penggunaan bahasa Indonesia terutama untuk papan nama di OPD yang ada layanannya kepada masyarakat harus dirubah dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia.

“Lebih bagus dengan menggunakan bahasa Indonesia yang bisa langsung dimengerti oleh masyarakat. itu lebih komunikatif karena dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.

Dijelaskan, penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberian informasi pada setiap layanan OPD sangat penting dilakukan sebab ini akan menunjukkan kewibawaan sebagai Bangsa Indonesia dan sesuai dengan amanat UU Nomor 2009, PP Nomor 57 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. 

Hal ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan, salah satunya kalangan remaja dari organisasi Forum Anak Kota Baubau.

Firdha Nurul Ilmi, seorang remaja aktifis Forum Anak Kota Baubau mengatakan, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu ditanamkan juga di kalangan pelajar. Sebab ini akan menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari hari. Baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Semua butuh pembiasaan khususnya mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Jika dijadikan kebiasaan pasti akan terbawa dalam suasana apapun. Intinya komunikasi yang baik perlu diterapkan,” kata Firdha.

Sumarlin, seorang penggiat media sosial juga menyampaikan tanggapan tentang pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar. Ia menyampaikan, saat ini begitu banyak penyalahgunaan bahasa dan istilah yang tidak sesuai. Apalagi di dalam komunikasi di media sosial. 

“Harus menjadi perhatian serius, karena saat ini zaman media sosial begitu banyak bahasa yang tidak layak justru digunakan secara serampangan. Bahkan kadang menjadi negative karena penggunaan yang tidak terkendali. Semoga cukup di media sosial saja penggunaan bahasa yang tidak sesuai tapi dalam kegiatan kantor atau bermasyarakat harus selalu diperhatikan,” kata Sumarlin. (A)