Distanak Sultra Suarakan Pembentukan Satgas Pengawasan Lalu Lintas Ternak

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 17 Des 2024
  • 3333 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Dinas Tanaman Pangan dan (Peternakan) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyuarakan pembentukan tim satuan tugas (Satgas) pengawasan lalu lintas ternak di Bumi Anoa. Tim ini perlu keterlibatan TNI/Polri, petugas karantina maupun petugas peternakan yang ada di 17 kabupaten/kota.

Hal ini dilakukan agar penyebaran virus jembrana pada Sapi Bali bisa dikendalikan. Seperti diketahui saat ini di Sulawesi Tenggara terdapat beberapa daerah daratan yang telah terkontaminasi virus jembrana.

Diantaranya Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur (Koltim), dan Bombana. Untuk kasus ternak mati hingga saat ini yang terlaporkan di Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional atau aplikasi iSIKHNAS sebanyak 621 ekor.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Distanak Sultra, La Ode Muhammad Jabal, jika tim satgas tersebut dibentuk maka ternak yang terpapar virus jembrana akan lebih mudah terdeteksi.

Apalagi, kata Jabal terdapat 6 pelabuhan ilegal di Kabupaten Bombana yang menjadi tempat masuknya pendistribusian sapi dari luar daerah, baik itu Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Tengah.


"Ini yang sampai hari ini belum bisa terdeteksi secara baik oleh kita (pemerintah) maupun masyarakat di tingkat kabupaten/kota," ungkapnya.

"Terlebih mobilisasi lalu lintas ternak dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah ke Sulawesi Tenggara cukup rutin," tambahnya.

Dari kasus ini, Jabal khawatir akan berpengaruh pada keamanan pangan di Sulawesi Tenggara. 

"Menurut saya, pangan kita belum terlalu aman. Dan saya bisa jamin kalau tidak ada keterlibatan TNI/Polri, kami dibiarkan berjalan sendiri untuk mengontrol lalu lintas ternak ini, maka dalam mengendalikan atau mempertahankan keamanan pangan di Sultra tidak akan optimal," tutupnya. (Adv)