Disketapang Sultra Dorong Peningkatan Gizi Melalui Rumah Pangan B2SA

  • Reporter: La Niati
  • Editor: Dul
  • 20 Jul 2024
  • 3088 Kali Dibaca

KENDARI,KERATONNEWS.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Sultra menggelar sosialisasi Rumah Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman) di Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sabtu (20/7/2024). 

Sosialisasi Rumah Pangan B2SA dirangkaikan dengan kunjungan kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh TP PKK Desa di bawah pembinaan dan pengawasan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra. 


Penerima manfaat adalah kelompok PKK Desa Towua. PKK Desa Towua telah melaksanakan kegiatan Rumah Pangan B2SA sudah dua tahun, tahap penumbuhan tahun 2023 dan tahap lanjutan tahun 2024. 

Dalam sambutannya, Ketua TP- PKK Sultra, Dra. Hj. Wa Ode Munanah menekankan pentingnya pola konsumsi masyarakat berbasis B2SA (Beragam Bergizi Seimbang Aman) untuk menciptakan generasi bangsa yang produktif, aktif dan handal.


"Program ini sangat efektif untuk di diimplementasikan kepada seluruh masyarakat guna membantu pemerintah dalam penanganan stunting, gizi buruk dan kekurangan gizi," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto mengatakan program Rumah Pangan B2SA ini menjadi model bagi masyarakat dalam menyiapkan beragam bahan pangan yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk memastikan gizi yang seimbang dan cukup.


"Tujuan kegiatan Rumah Pangan B2SA adalah untuk mensosialisasikan, mengedukasi dan mengimplementasikan ke masyarakat guna menerapkan pola konsumsi pangan B2SA untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat," jelasnya.  

Ari Sismanto menekankan pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam,bergizi seimbang, dan aman guna meningkatkan kesadaran masyarakat dari makan bukan hanya kenyang tetapi menjadi makan sehat.


"Kenyang tidak harus dengan nasi, jika sudah makan jagung ataupun ubi dalam jumlah yang cukup nasi tidak di perlukan lagi. Yang harus diperhatikan setiap makan harus gizinya lengkap bukan hanya makan dan kenyang, tetapi makan sehat," jelasnya. 

Ari Sismanto berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas pangan sehingga dapat mencetak generasi yang aktif, produktif dan sehat. Pentingnya makanan B2SA yaitu asupan yang dimakan tidak boleh hanya berasal dari satu sumber saja tapi harus ada sumber tenaga, protein serta makanan yang bergizi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan dan tingkatan umur. Dan dengan program ini dapat menurunkan angka stunting dan kemiskinan. 


"Konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan pangan lokal menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari. Melalui Sosialisasi Pangan B2SA ini yang terintegrasi dan konvergensi dalam penyelenggaraan penganekaragaman konsumsi pangan, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan  B2SA dalam kehidupan keluarga masing-masing," pungkasnya. (Adv)