Dinas Ketahanan Pangan Sultra Edukasi Siswa Koltim Sejak Dini, Wujudkan SDM Sehat dan Berkualitas

  • Reporter: La Niati
  • Editor: Dul
  • 14 Mar 2023
  • 2875 Kali Dibaca

KOLTIM,KERATONNEWS.CO.ID - Anak-anak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diharapkan dapat mengkonsumsi asupan pangan yang baik terdiri karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur dan buah dengan jumlah yang cukup guna mewujudkan generasi muda yang sehat, aktif dan produktif.


Hal itulah yang didorong oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan melalui kegiatan edukasi konsumsi pangan lokal berbasis Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi siswa. 


Salah satu sekolah yang dikunjungi oleh Dinas Ketahanan Pangan Sultra melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan untuk kegiatan edukasi konsumsi pangan lokal berbasis B2SA adalah Sekolah Dasar Negeri 1 Atula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) pada 14 Maret 2023. 


Dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 200 siswa dari SD Negeri 1 Atula tersebut, ratusan siswa terlihat sangat antusias menyambut dan mengikuti kegiatan dari Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan.  Di sela-sela kegiatan, Tim penyelenggara kegiatan memberikan makanan yang mengandung B2SA kepada para siswa. 

Penyelenggara kegiatan edukasi konsumsi pangan lokal berbasis B2SA, Najomawati, SP., M.Si mengungkapkan, melakui kegiatan edukasi konsumsi pangan berbasis B2SA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa Sekolah Dasar atas pentingnya mengonsumsi makanan B2SA. 


"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak sejak dini agar dapat menerapkan dalan kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di rumah," ujarnya. 


"Sejak dini mengedukasi anak, agar mereka tau bahwa mengonsumsi makanan itu penting makanan yang lengkap unsur gizinya, yang mengandung B2SA. Anak-anak juga diedukasi bagaimana membeli makanan yang aman, dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa tidak memiliki warna yang terlalu mencolok, yang menggunakan pewarna makanan yang berlebihan," sambung Najomawati. 


Selain itu, peserta juga diberikan materi terkait pangan lokal yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral. Seperti protein hewani yang tidak hanya dari daging ayam, tetapi juga ikan. Sehingga anak-anak lebih paham.  Juga mengenalkan sayuran yang merupakan sumber vitamin. 


Menurutnya, konsumsi pangan lokal yang berbasis Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dapat memutus mata rantai stunting, guna mewujudkan generasi yang aktif, sehat dan produktif.


“Pemenuhan kebutuhan makanan sehat sangat diperlukan oleh anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, salah satunya menerapkan pedoman gizi sehat seimbang. Seimbang dalam artian cukup dan tidak berlebihan dan tidak kekurangan," jelasnya. 


Dikatakan, pemenuhan kebutuhan gizi pada anak merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi proses tumbuh kembang anak.


"Dalam masa pertumbuhannya anak memerlukan asupan gizi dan nutrisi yang berkualitas," terangnya. (Adv)