Wakil Bupati Bombana : Pentingnya Peran Pendidikan dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 14 Mei 2025
  • 2943 Kali Dibaca

BOMBANA, KERATONNEWS.CO.ID- Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si mengapresiasi dan memotivasi generasi muda Bombana yang menjadi pionir gerakan lingkungan berkelanjutan yang di kemas dalam sebuah seminar bertajuk “Adaptasi Pendidikan Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan”, yang digelar di Auditorium Tanduale.

Kegiatan itu diinisiasi oleh komunitas pemuda "Indonesia Moronene" sebagai respons atas kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. 


Dengan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA, para guru, serta sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga.

Wakil Bupati menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

“Kesadaran lingkungan harus ditanamkan sejak pelajar. Mereka harus memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari tanggung jawab generasi mereka,” ujar Ahmad Yani saat membuka seminar tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut 02 Bombana ini, seminar tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga membekali peserta dengan praktik langsung, seperti pemilahan sampah organik dan non-organik, serta pemahaman mengenai dampak limbah berbahaya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Sehingga ia menegaskan kegiatan ini sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati melalui program “Berani Bersih Wonuaku”, yang bertujuan meningkatkan kebersihan lingkungan mulai dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas umum.

“Kondisi di lapangan masih jauh dari ideal. Sampah tidak hanya menumpuk di darat, tapi juga mencemari sungai dan laut. Ini krisis nyata yang perlu penanganan serius,”ungkapnya.

Ia juga menyoroti tempat pembuangan akhir (TPA) yang belum dikelola secara optimal, meski telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

Pemerintah daerah tengah mengkaji opsi peningkatan pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan teknologi pemusnah sampah yang dapat mengubahnya menjadi abu atau kompos. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan ekonomis, serta telah diterapkan di beberapa daerah lain.

“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil yakni dari rumah, sekolah, dan lingkungan terdekat.

“Menjaga kebersihan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga nilai moral dan spiritual. Dalam ajaran agama, kebersihan adalah bagian dari iman,” pungkasnya. (C)