Gubernur Sultra Siapkan Mudik Gratis Lebaran, Cek Jadwal Keberangkatan

  • Reporter: Israwati
  • Editor: Dul
  • 21 Mar 2025
  • 3598 Kali Dibaca

KENDARI, KERATONNEWS.CO.ID- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menyiapkan mudik gratis untuk masyarakat.

Mudik gratis ini mengusung tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman". Program ini mencakup transportasi jalur darat dan laut. 

Pendaftaran mudik gratis ini mulai 20-23 Maret pukul 09.00-15.00 Wita. Sedangkan pengambil tiket dijadwalkan pada 23 Maret 2025, pukul 09.00-15.00 Wita di Kantor Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara.

Untuk mengikuti program mudik gratis dari gubernur ini, masyarakat di wajibkan membawa salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) saat pengambilan tiket.

Adapun rute keberangkatan mudik gratis ini yakni : 

Jalur laut, Kendari-Raha-Bau menggunakan KM.Bahari 6E pukul 11.00 Wita yang akan diberangkatkan pada 24 Maret 2025. 

Torobulu-Tampo kapal Ferry pukul pukul 09.00 Wita dan 15.00 Wita tanggal 25 Maret.

Kendari- Wawonii Kapal Ferry pukul 15.00 Wita 25 Maret, Amolengo Labuan Kapal Ferry pukul 09.30 Wita dan 12.30 Wita, 25 Maret 2025.

Kendari-Raha KM. Aksar. S 08 pukul 22.00 Wita tanggal 25 Maret, dan Kendari-Wakatobi KM. Napoleon 777 pukul 08.30  tanggal 26 Maret.

Sementara untuk jalur darat, bus Damri akan diberangkatkan dari Kendari-Ereke-Baubau, Tondasi Mawasangka pukul 07.00 Wita pada 25 Maret 2025.

Gubernur Sultra menyampaikan mekanisme mudik tahun ini mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Di mana sebelumnya program tersebut hanya berupa pembagian tiket gratis, kini pemerintah menyewa kapal untuk memastikan seluruh pemudik, terutama tujuan kepulauan dapat terangkut lebih cepat.

"Tahun ini kita rubah modelnya, selain kita kasi tiket mudik gratis. Kita juga menyewa kapal untuk memastikan perjalanannya lancar," ujarnya, Jumat (21/03/2025).

Bahkan pemerintah mengupayakan seluruh pemudik dapat terangkut dalam satu hingga dua hari.

Selain itu, ia juga berencana meninjau langsung kesiapan armada di pelabuhan, dan bila perlu menambah kapal agar penumpang tidak ada yang tertinggal.

"Keselamatan penumpang nomor satu, sehingga kita upayakan semua pemudik diangkut," pungkasnya. (Adv)