Momen HGN, Pihak Sekolah Sambut Baik Program Ketapang Kadis Dikbud Sultra

  • Reporter: Bardin
  • Editor: Dul
  • 02 Nov 2023
  • 2280 Kali Dibaca

BAUBAU, KERATONNEWS.CO.ID – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang diprogramkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara mendapat respon positif dari pihak Sekolah. 

Kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya dan kembali akan dilanjutkan akhir tahun 2023.

Sebelumnya, kegiatan Ketapang dengan melibatkan seluruh sekolah SMA, SMK dan SLB seluruh wilayah Sulawesi Tenggara telah melakukan penanaman beberapa komoditi seperti cabai, tomat dan bawang.

Kegiatan ketapang ini oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara H Yusmin, S.Pd, MH kembali dicanangkan dan akan menyemarakkan Peringatan Hari Gunu Nasional (HGN) Tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 25 November 2023.

Ummi Salamah, S.Pd, M.Pd salah seorang pengawas Managerial SMA di Kota Baubau merespon kegiatan ini. Dengan melakukan koordinasi dengan Skeolah Binaannya yakni di SMAn 3 Baubau. Ia melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk membahas kegiatan dimaksud.



“Sesuai arahan Kadis Dikbud Sultra tentang Program Ketapang, kita sangat respon. Kegiatan ini banyak manfaatnya.

Selain mengajak siswa untuk malakukan kerjasama juga kita memiliki tujuan penting yakni menekan angka inflasi. Itu harapan Kadis Pendidikan. Jadi, kita akan persiapkan dengan pihak sekolah,” kata Ummi Salamah Kamis (2/11/2023).

Sesuai arahan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Kegiatan penyemaian bibit akan dijadwalkan Tanggal 4 hingga 7 November 2023.



La Ode Mustafa, SPd, Kepala SMAN 3 Baubau mengatakan, untuk jadwal kegiatan akan mengikuti instruksi dari Dinas Pendidikan. 

“Kita akan bagi kelompok siswa setiap kelas dan akan didampingi masing masing wali kelas. Tanggal 4 sampai 7 November kita akan menyemai bibit.

Penanaman akan dilaksanakan di Momen hari Guru Nasional serentak Tanggal 25 November 2023,” kata Mustafa.

Untuk diketahui, kegiatan ini melibatkan seluruh siswa, guru dan aparat pendidikan khususnya SMA, SMK dan SLB. Hasil yang dipanen akan didistribusi kepada masyarakat guna menekan angka inflasi.